Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ramadan Pamit

"Semoga ini bukan kencan kita yang terakhir," ucap Ramadan sambil sesenggukan. Ia mulai melepaskan  genggamannya, perlahan-lahan.

"Aku akan merawat amanah rindu ini selama sebelas bulan ke depan," balasku, lirih.

Malam itu, disaksikan hujan mercon dan teror kembang api, Ramadan pamit.

(Mahfud)
Dusun Kembang, Menjelang Syawal.

Koleksi Pribadi

Ahmad M.
Ahmad M. Ahmad Mahfud, lahir dalam dekapan panas matahari Madura sejak 1990.

2 comments for "Ramadan Pamit"

Berlangganan via Email